Wajah Islam Terekam Digital, Jebolan IQTAF Diminta Tampilkan Moderasi Beragama

Wajah Islam Terekam Digital, Jebolan IQTAF Diminta Tampilkan Moderasi Beragama

RAKYATCIREBON.ID – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Halaqah Virtual. Acara yang berlangsung via Zoom Meeting itu bertemakan Wajah Islam di Dunia Digital, Minggu (7/6).

Muhammad Maimun, selaku Ketua Jurusan mengatakan, IQTAF memiliki ciri khas multimedia dan pendidikan. Diharapkan mampu menjadi pusat kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan dengan paradigma integratif dan transformatif dengan perkembangan teknologi informasi.

Dia menambahkan, digital sudah  menjadi dunia bersama. Semua seorang seolah menjadi ahli di dunia keislaman karenanya. “Mahasiswa yang mempunyai paham moderat, diharapkan terjun di dunia digital agar dapat mampu menebarkan Islam yang Rahmatan lil Alamin,” ujar Maimun.

Senada, Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Hajam mengungkapkan, diskusi ini sangat aktual dan menarik, sebagai wujud moderasi Islam. Akademisi harus dapat memberikan peran yang sangat signifikan secara keilmuan. 

“Mahasiswa atau akademisi juga harus bisa membangun metodologi keagamaan yang beragam, harus memberikan warna kepada semuanya, sehingga Islam itu tidak mono akan tetapi universal. Dan perlu ada kearifan lokal, jangan hanya fokus budaya dunia maya, akan tetapi akar rumput kita terlupakan,” kata dia. 

Sementara itu, Jati Savitri, selaku narasumber menyampaikan, wajah Islam di dunia digital selaras dengan perkembangan teknologi sekarang. Dimana sehari-hari orang tidak bisa lepas dengan aplikasi yang sangat membantu. 

“Salah satunya aplikasi muslim,  yaitu muslim pro yang megingatkan kita ketika datang waktu sholat dan sebagainya,” kata dia yang juga  bekerja sebagai Head of Digital Cretive Content medcom.id itu.

Ia menambahkan, banyak juga fitur-fitur lain gang bisa kita manfaatkan.  Seperti youtube yang banyak menyajikan dakwah keislaman.  “Perkembangan teknologi ini cukup sejalan, kita harus memanfaatkan teknologi dengan menyebarkan Islam yang lebih moderat.  Itu lah tantangan bagi kita di era sekarang ini,” katanya.

Savitri melanjutkan, peran media sosial cukup besar dan signifikan. Media sosial punya banyak audiens dari kalangan muda.  “Medsos ini sangat efektif untuk menyampaikan Islam yang rahmatal lil ‘alamin,” ucap dia.

Narasumber lainnya, yakni Savic Ali menyamiakan, kelompok ultrakonservatif sejak era reformasi mempunyai ruang, bahkan radikalis. Mereka semakin lama makin banyak jamaahnya, mulai dari tahun  2000 an mereka sudah menggunakan internet.

“Hal ini didukung juga oleh unsur politik,  dimana targetnya adalah kota-kota besar, karena internet menjangkau orang-orang kota,” ujar pendiri portal salami.co itu.

Untuk itu, lanjutnya, kaum moderat harus memenangkan kontestasi paradigma dengan lebih argumentatif. Kemudian disampaikan oleh figur yang kredibel. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!