Wali Kota Cirebon: “Ekonomi yes, Corona no!”

Wali Kota Cirebon: “Ekonomi yes, Corona no!”

RAKYATCIREBON.ID-Pemkota Cirebon dipastikan belum akan memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat atau jam malam. Walikota menegaskan pihaknya belum memutuskan kebijakan tersebut. Ia pernah menyampaikan, bahwa mulai 1 Oktober protokol kesehatan harus lebih disiplin lagi. “Kami dari Satgas Covid-19 Kota Cirebon akan menindak tegas pelanggar protokol kesehatan. Sedangkan tentang aktivitas ekonomi, silakan berjalan. Kami belum pada pengambilan keputusan untuk menerapkan jam malam,” ungkap Azis di ruang kerjanya, Rabu (30/9).

Pihaknya menginginkan masyarakat maupun pelaku usaha di Kota Cirebon lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, agar tidak ada lagi penambahan jumlah kasus positif Covid-19. “Ekonomi yes, Corona no!” tegas walikota.

Di sisi lain, Azis menanggapi terkait penetapan zona merah terhadap Kota Cirebon oleh Gubernur Jawa Barat Dr HM Ridwan Kamil ST MUD. Menurutnya, lebih baik banyak melakukan tes swab untuk menjaring masyarakat yang positif Covid-19 untuk kemudian dikarantina. “Ini jauh lebih efektif ketimbang membiarkan masyarakat tanpa mengetahui kondisi kesehatannya. Jadi kami tidak berkecil hati masih di zona merah. Artinya, tracing dan testing akurat,” tuturnya.

Hasil evaluasi Pemprov Jabar terkait tingkat risiko penyebaran Covid-19 juga membuat Pemkot Cirebon semakin bersemangat untuk terus melawan pandemi Covid-19. “Kami sangat menghargai apa yang disampaikan oleh pemerintah provinsi bahwa Kota Cirebon masih berada di zona merah (zona risiko tinggi). Yang terpenting, bagaimana kami menanggulanginya,” kata Azis.

Dikatakan, Satgas Covid-19 Kota Cirebon tengah menyiapkan kamar tambahan untuk ruang isolasi pasien Covid-19. Masyarakat juga diminta proaktif. “Kami akan menyiapkan kamar-kamar yang akan digunakan untuk jadi ruang isolasi. Masyarakat tidak perlu malu kalau positif Covid-19. Laporkan, akan kita tangani,” kata walikota.

Walikota sendiri sudah sering turun ke jalan-jalan menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan. Kamis lalu (24/9) misalnya, Azis berjalan kaki mulai dari Balaikota Cirebon menuju Jl Siliwangi, Karanggetas, dan menyisir beberapa ruas jalan lainnya.

Di bawah terik matahari, sekitar pukul 13.00 WIB lebih, Azis mulai keliling. Ia didampingi jajarannya, pimpinan dan anggota DPRD Kota Cirebon, serta instansi terkait lainnya. Para peserta aksi moral sambil berjalan kaki juga membentangkan poster bertuliskan pesan dan ajakan untuk taat protokol kesehatan.

Setidaknya pakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Azis tampak melangkah dibantu dengan tongkat. Kaki kanannya belum sembuh total, pascaoperasi beberapa beberapa bulan lalu. Kaus lengan panjang yang dikenakannya tampak basah kuyup oleh keringat.

Di setiap perempatan yang dilaluinya, ia berorasi layaknya massa yang tengah berdemo. Orasi dilakukan bergiliran dengan anggota dewan yang ikut longmarch, termasuk beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Cirebon. Aksi yang diinisiasi langsung oleh Walikota Azis itu untuk semakin menyadarkan masyarakat tentang bahaya Covid-19.

“Kami melakukan aksi moral dalam upaya menekan laju perkembangan penularan Covid-19 di Kota Cirebon. Saat ini Kota Cirebon menjadi kota yang sangat tinggi resiko penularannya,” ungkap Azis usai melintasi Jl Karanggetas.

Ia menyebutkan, warga Kota Cirebon saat ini dihadapkan pada potensi bahaya besar terkait penyebaran Covid-19. Pasalnya, mulai banyak kasus positif Covid-19 yang ditemukan berbasis pada klaster rumah tangga. “Sekarang di Kota Cirebon sudah mulai masuk ke klaster rumah tangga. Ini sudah merupakan bahaya besar bagi masyarakat Kota Cirebon,” tandas Azis.

Dikatakan, aksi moral itu juga sekaligus menyampaikan pesan dari para penyelenggara pemerintahan kepada masyarakat. Pihaknya sudah sering mengingatkan, mengedukasi, hingga memberi sanksi sosial bagi masyarakat yang tak bermasker di luaran, namun tetap saja banyak ditemukan kondisi serupa.

“Kami longmarch keliling kota sambil membawa poster bertuliskan cuhatan kami para penyelenggara pemerintahan, agar masyarakat Kota Cirebon sadar. Tidak perlu harus diawasi, tidak harus terus diingatkan. Kami harap semua masyarakat memiliki kesadaran untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!