Walikota Akan Ngotot Usulkan Eeng

68
Bila Tetap Menolak, PPP dan Golkar Bakal Ditinggal Azis

KEJAKSAN– Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH diyakini akan tetap mengusulkan Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati (Eeng Charli) untuk jadi wawali. Azis yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon tidak akan mengubah usulan, yakni Eeng Charli dan Ketua DPD Partai Golkar, Ir Toto Sunanto.

achmad sofyan partai demokrat kota cirebon
Achmad Sofyan. doc.Rakyat Cirebon

Hal itu seperti disampaikan loyalis Azis, Achmad Sofyan, kemarin, saat ditemui di Halaman Balaikota Cirebon.  Sofyan yakin, Azis lebih menghendaki berdampingan dengan Eeng Charli dibanding dengan Toto Sunanto.

“Memang Pak Azis ini arahnya jelas. Beliau ingin didampingi oleh Bu Eeng. Kalau Partai Golkar dan PPP tidak setuju, mungkin “kawin paksa” juga bisa dilakukan,” kata pria yang juga mantan Ketua Bappilu DPC Partai Demokrat itu kepada Rakyat Cirebon.

Dijelaskan Sofyan, berdasarkan UU Nomor 8/2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, Azis diharuskan didampingi oleh wawali.  “Wawali itu amanat konstitusi. Jadi, Pak Azis harus segera menyelesaikan proses ini,” katanya.

Politisi yang dikenal vokal itu juga meyakini, bila Peraturan Pemerintah (PP) atas UU Nomor 8/2015 terbit, proses pengisian wawali akan tuntas. Partai Golkar dan PPP, bila tetap bersikeras menolak usulan Partai Demokrat atas nama Eeng Charli, maka siap-siap gigit jari.

“Kita lihat saja kalau PP-nya sudah terbit. Saya pastikan Partai Demokrat akan tetap mengusulkan dua nama calon wawali, yaitu Bu Eeng dan Pak Toto. Kalau Golkar dan PPP tetap menolak Bu Eeng, maka bisa saja ditinggal, karena menghambat,” tuturnya.

Makanya, kata Sofyan, Partai Demokrat tidak akan pernah meminta agar Partai Golkar dan PPP menyetujui usulan Eeng Charli jadi calon wawali. Ia meminta, Partai Golkar dan PPP menghormati usulan itu.

“Tidak akan pernah Partai Demokrat meminta-minta agar Partai Golkar dan PPP menyetujui usulan Bu Eeng. Karena Partai Demokrat akan tetap mengusulkan Bu Eeng jadi pendamping Pak Azis,” katanya.

Namun demikian, Sofyan juga mengingatkan agar Eeng bisa bersikap lebih fair, baik saat ini maupun kedepannya.  Bila sudah ditetapkan sebagai calon wawali di DPRD, Eeng diharapkan dengan dewasa mengundurkan diri dari kursi legislatif.

“Kita yakin Bu Eeng akan dewasa dan lebih fair dalam segala hal kedepannya. Kalau sudah ditetapkan sebagai calon wawali, ya mundur,” katanya. (jri)

BAGIKAN