Walikota: Dampak Debu Batubara Luar Biasa

5
KEJAKSAN – Rencana Dewan untuk menghapus aktifitas Batu bara di pelabuhan Kota Cirebon mendapat tanggapan dari Walikota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH.

walikota cirebon
Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH. Doc.Rakyat Cirebon

Orang nomor satu di Kota Cirebon itu menyambut baik atas gagasan tersebut. “Secara soal itu kami akan membicarakan lebih lanjut, baik bersama Pelindo dan DPRD, namun memang tidak saya pungkiri bahwa dampak dari batu bara tersebut luar biasa,” ujar Azis kepada Rakcer, Senin (14/9).

Menurutnya, beberapa upaya pihak pelindo terkait dampak debu memang telah dan terus dilakukan. Sepertinya akan ada memasang jaring khusus untuk mengurangi polusi debu yang ditimbulkan oleh aktivitas bongkar muat batubara. “Soal jaring memang tidak begitu efesien, sebab yang namanya debu bergantung dengan arah angin,” ungkapnya.

Pihaknya masih belum bisa memberikan solusi apapun, namun terlebih dahulu akan didiskusikan antara warga dan PT Pelindo, serta DPRD. “Harus ada komunikasi dulu, nanti kami sebagai fasilitarornya. Jika memang warga ingin aktivitas bongkar muat batu bara ditutup, namun jangan sampai merugikan siapapun,” ujarnya.

Ditambahkan Azis, untuk mengatasi masalah ini akan dibentuk tim untuk melakukan kajian-kajian atas permasalahan ini. “Keluhan masyarakat, saya sudah sampaikan ke Pelindo. Nanti akan dikomunikasikan antara masyarakat dengan PT Pelindo,” kata Azis.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Asep Dedi mengatakan, dengan rencana pembentukan team ini tentunya bertujuan guna lebih meningkatkan kordinasi antara pihak DPRD, Pemkot, Pelindo dan KSOP.

“Secara teknis memang itu kewenangan pihak DPRD, tapi yang jelas kami kira dengan adanya pembentukan team dapat lebih mudah dalam berkordinasi, salah satunya yakni soal perda retribusi ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk pembahasan lebih lanjut pihak akan berkordinasikhan bersama DPRD. “Nanti kami kordinasikan lagi,” tandasnya.(dic)

BAGIKAN