Warga Dadap: Tolong, Air Laut Sudah di Belakang Rumah

429
KHAWATIR. Warga Desa Dadap, Kecamatan Juntiyunat mendesak pemerintah membangun tanggul dan break water, untuk menahan abrasi di daerahnya. FOTO: NURUL APRIYANTO/RAKYAT CIREBON

INDRAMAYU – Abrasi pantai di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu makin mengkhawatirkan. Pantai makin terkikis, penduduk pun diselimuti ketakutan lantaran sewaktu-waktu gelombang ombak meratakan lingkungan mereka.

Salah satu masyarakat Desa Dadap, Khaerun mengaku, abrasi pantai yang terjadi di desanya sudah sangat mengkhawatirkan, lantaran air laut bebas  menggerus pasir. Jarak bibir pantai dan pemukiman warga sudah di depan mata.

“Setiap hari pasir tergerus, lambat tahun air laut makin dekat ke pemukiman. Jarak bibir pantai ke rumah sekitar 10 meter,” ungkapnya.

Dari beberapa Blok yang berhadapan langsung dengan laut, Blok Kemisan menjadi wilayah yang paling parah terkena abrasi, karena air laut sudah masuk rumah. Meskipun sudah mengancam keselamatan warga, nyatanya hingga kini masih belum adanya penanganan secara serius oleh pemerintah.

“Tolonglah, air laut sudah tepat di belakang rumah. Jika air  laut pasang, bisa menggenangi  ruang dapur,” kata Khaerun.

Lantaran kondisinya sudah mengkhawatirkan, pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten Indramayu bisa melakukan upaya dalam menanggulangi abrasi di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat.

1
2
BAGIKAN