Warga Dua Desa Hadang Truk Proyek Jembatan Gantung Sukagumiwang

18
CEGAT. Sejumlah warga Desa Sukagumiwang dan Gunungsari, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu menghadang truk pengangkut material pembangunan jembatan gantung Saluran Induk Sungai Cimanuk.
´┐╝RAKYATCIREBON.CO.ID – Sejumlah warga dari dua desa Sukagumiwang dan Gunungsari Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu cegat truk pengangkut material pembangunan jembatan gantung Saluran Induk Sungai Cimanuk tembusan jalan gang perbatasan kedua desa tersebut. Pasalnya, belum ada titik temu antara pihak pemerintah desa maupun pihak pengembang proyek dengan masyarakat.
Pantauan Rakcer, Kamis (31/10), sejumlah masyarakat yang merupakan warga kedua desa menghadang kedua truk pengangkut material yang hendak melintas di jalan gang. Dan meminta supir truk untuk menghubungi perwakilan dari pihak pengembang proyek.
Cala (42) warga desa Gunungsari mengatakan, sudah seminggu yang lalu truk pengangkut material ini keluar masuk jalan gang. Namun, belum ada pihak terkait yang memberi informasi kepada masyarakat dengan adanya aktifitas tersebut. 
“Saya sudah menemui lurah desa Gunungsari dan Sukagumiwang untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, namun belum ada kejelasan yang pasti dari pihak desa,” jelasnya.
Jalan gang perbatasan desa Gunungsari – Sukagumiwang merupakan jalan gang yang banyak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat oleh warga sekitar. Maka, perlu dijaga dan dipertanggungjawabkan jika ada kerusakan-kerusakan.
Untuk menjaga kondisi jalan gang dari kerusakan-kerusakan perlu ada kepedulian dari semua masyarakat dengan berani mempertanyakan ke pihak terkait jika ada aktifitas keluar masuk kendaraan proyek, terlebih dari warga yang jalan gangnya dilintasi.
“Kami tidak menghalang-halangi kendaraan proyek masuk gang, asalkan harus ada titik temu dulu dari pihak pemerintah desa, pihak pengembang proyek dengan masyarakat. Selain itu, kami minta harus ada penerangan lampu yang dipasang di depan jalan gang dan dititik-titik jalan gang yang tidak ada penerangannya demi kelancaran bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Damudi (26) warga desa Sukagumiwang mengungkapkan, dirinya bersama masyarakat di jalan gang perbatasan merasa keberatan dengan adanya aktifitas keluar masuk kendaraan proyek jika tidak ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.
“Harusnya ada pemberitahuan atau musyawarah terlebih dulu pihak-pihak terkait dengan masyarakat. Kalau sudah ada kejelasan, kami persilahkan,” imbuhnya.
Dengan adanya musyawarah, maka tidak ada polemik antara masyarakat dengan pihak pemerintah desa maupun pihak pengembang proyek. 
“Selain penerangan lampu di jalan gang, rambu-rambu keselamatan yang terpasang di muka gang juga tidak kalah penting, mengingat jalan by pass Binaria – Bondan merupakan akses utama,” tegasnya. (wan)
BAGIKAN