Warga Jatitujuh Majalengka Terpaksa Gunakan Air Kotor

5
JATITUJUH Warga Dusun Bojong Danu, Desa Randegan Kulon, Kecamatan Jatitujuh melakukan aktivitas mandi dan mencuci di kubangan air kotor bercampur limbah dan sampah di Sungai Cimanuk.

kekeringan warga majalengka gunakan air kotor
Ilustrasi warga gunakan air kotor. Image by jawapos.com

Pantauan Raja, Selasa (29/9), tak ada lagi sumber air bersih di lingkungan mereka, sehingga terpaksa air kotor pun dijadikan sarana untuk mandi dan mencuci, kondisi ini terjadi sejak musim kemarau melanda sekitar enam  bulan berlalu.

Menurut salah seorang warga, Tati menuturkan kejadian seperti ini sudah lumrah dialami warga setiap kemarau panjang melanda, hal itu menyusul keringnya sumur-sumur warga di daerah tersebut. “Ya mau seperti apalagi mas, terpaksa kita mencuci di kali, karena sumur sudah tidak ada airnya lagi,” ujarnya ketika dikonfirmasi Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group).

Kendati harus menahan bau dan gatal-gatal usai mandi, tetapi aktivitas tersebut tetap mereka lakukan. Sebab tidak ada lagi sumber air yang bersih. Sumur-sumur milik warga mengering dan tidak berfungsi akibat lamanya musim kemarau yang terjadi di Majalengka.

Sementara untuk minum, warga harus membeli air bersih dari penjual air yang setiap harinya keliling di kampung mereka. Warga harus merogoh kocek sebesar lima ratus rupiah untuk satu jerigen air.Tati mengaku, dalam sehari dirinya beserta keluarga bisa menghabiskan dana sampai Rp 10000 untuk memenuhi bak mandi miliknya.

Dana sebesar itu belum termasuk membeli air untuk minum.“Kami harus pandai-pandai menghitung dan berhemat untuk menggunakan air, ya salah satu hal untuk menyiasatinya itu seperti tadi. Kami hanya membeli air untuk masak, sedangkan mencuci dan mandi kadang-kadang bisa di kali,” jelasnya.(hsn/mgg)

BAGIKAN