Warga Kesal, Jembatan Dua Desa Rusak tapi Pemda Terkesan Cuek

3
Kondisi jembatan penghubung antara Desa Cempaka Kecamatan Plumbon dengan Desa Kejuden Kecamatan Depok kian parah. Dulu, jembatan ini bisa dilalui roda dua. Sekarang, jangankan dilalui sepeda motor, dilintasi pejalan kaki saja tidak bisa.

PANTAUAN Rakyat Cirebon, besi yang berfungsi menyangga jembatan gantung sepanjang kurang lebih 20 meter itu patah.  Kondisi itu membuat warga khawatir dan akhirnya menutup akses jalan ke jembatan tersebut.  Ditutupnya jembatan ini membuat warga kedua desa kesal. Pasalnya, warga harus memutar lebih jauh lagi untuk sampai ke Desa Kejuden begitupun dengan sebaliknya.

jembatan rusak cirebon
Jembatan rusak. Foto : Ahmad Asari/Rakyat Cirebon

Salahsatu warga setempat, Saryana (55) menuturkan, ditutupnya akses jembatan sangat disayangkan warga. Mengingat, selama ini jembatan menjadi akses penghubung kedua desa tersebut. Namun hal tersebut tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Sudah beberapa kali pemerintah desa mengajukan perbaikan pada pemerintah daerah namun tidak juga disikapi,” keluhnya kepada Rakcer, kemarin.  Bahkan hingga jembatan tersebut putus, sebutnya, belum juga ada wacana perbaikan.
“Ya, selama ini kalau perbaikan paling nambal kayu saja, itu juga kadang saya sendiri yang melakukan. Tidak jarang juga warga lain yang suka lewat ke sini,” ujarnya.

Dikatakan Saryana, putusnya jembatan yang sudah berusia kurang lebih 14 tahun ini, dikarenakan besi-besi yang menjadi bantaran jembatan patah.
Bukan hanya itu, jembatan yang sebagian besar terdiri dari besi sudah mengalami korosi karena tidak ada perawatan bahkan perbaikan.

“Lihat saja pada berkarat semua mas, sedangkan setiap hari banyak warga yang melintas menggunakan sepeda motor. Lama kelamaan kan tidak kuat, jadi patah,” imbuh dia.Jika hanya mengalami kerusakan sedikit, diungkapkan Saryana, pihaknya siap memperbaiki.

Namun karena kerusakannya ada pada hampir seluruh rangka jembatan yang terbuat dari besi, ia tidak dapat berbuat apa-apa, selain dengan mengimbau warga untuk tidak melewati jembatan ini. “Kalau nambal kayu saja sih kami lakukan, ini besi jadi kami tidak bisa apa-apa. Makanya kami berharap pemerintah dapat segera memperbaikinya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Sugeng Raharjo melalui Kepala Bidang Pembangunan dan Pemukiman, Qomaruzzaman mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengkaji terkait kewenangan jembatan tersebut.

“Kalau masalah jembatan, baru dilakukan pengkajian pengalihan kewenangan. Karena kita belum tahu kewenangannya siapa,” tandasnya. Apabila memang menjadi kewenangan Cipta Karya, pihaknya akan segera mengupayakan perbaikan jembatan itu. “Sampai saat ini belum jelas kewenangan instansi mana, maka dari itu kami akan melakukan pengkajian terlebih dahulu,” pungkasnya. (ahmad asari)

BAGIKAN