Warga Sayangkan Tak ada Pemasangan Bendera Setengah Tiang

MAJALENGKA – Rasa nasionalisme kini mulai berkurang dan semakin memudar. Sebagai salah satu contohnya, setiap tanggal 30 Sepetember seharusnya di halaman setiap rumah yang rumahnya dekat dengan jalan raya harus memasang bendera setengah tiang, namun kemarin justru malah nyaris tak terlihat adanya bendera yang  dipasang setengah tiang.

partai komunis indonesia
PKI. Image by wikipedia.org

Kondisi ini sungguh memilukan sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang makna patriotisme nasionalisme. Saat ini jika melihat hal itu saja telah mulai berkurang, pemandangan mengenai pemasangan bendera setengah tiang nerupakan tanda bela sungkawa atas meninggalnya para pahlawan yang wafat akibat penganiayaan dalam peristiwa G 30 September PKI. Salah seorang Pemerhati Sosial, Abdurahman mengatakan, dulu setiap tanggal 30 September hampir setiap rumah mengibarkan bendera setengah tiang. Saat ini jarang melihat berkibarnya bendera merah putih setengah tiang tersebut.

“Sepertinya memang rasa nasionalisme masyarakat semakin berkurang, dulu hampir setiap halaman rumah mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada tanggal 30 September sampai pagi hari 1 Oktober menjelang hari kesaktian Pancasila besoknya, tapi saat ini justru nyaris tidak terlihat, dan hanya tinggal sejarah,” ujarnya kepada Rakyat Majalengka (Rakyat Cirebon Group), Jumat (2/10).Padahal, kata dia, semuanya itu jika dicermati secara mendalam merupakan salah satu bukti atau tanda bahwa itu semua menunjukkan tentang rasa nasionalisme.

“Bendera merah putih merupakan lambang negara, dalam hal ini kita perlu bercermin terhadap sejarah, dan situasi dulu menyikapi hari kesaktian Pancasila merupakan sesuatu yang dianggap sakral, sama halnya ketika memperingati hari kemerdekaan, bedanya ketika akan menghadapi hari kemerdekaan dipasang full, sedangkan pada hari kesaktian Pancasila dipasang setengah tiang,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan tokoh masyarakat di wilayah Majalengka, Rukmana. Ia mengatakan dulu ketika akan menghadapi hari kesakitian Pancasila, hari pahlawan hampir semua rumah dipasangi bendera. Atau sesuatu yang bisa dibuat persis bendera asalkan berwarna merah putih.”Dulu saya paling rajin bersama teman teman untuk membuat semacam bendera dari kertas plastik merah putih yang biasanya dipakai untuk buat dodol, tapi sekarang suasana semacam itu tidak terlihat. Ini kenapa ? Apakah karena mundurnya rasa nasionalisme atau karena apa,” paparnya.

Pihaknya hanya melihat persepsi bahwa antara dulu dan sekarang kini telah jauh berbeda dalam menghadapi momen yang bersifat sakral. “Saya tidak tahu ini karena apa, yang jelas saya hanya melihat perbedaan antara dulu dengan sekarang. Itu saja.” Ujarnya. (hrd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!