Warga Tagih Janji Pengelola Tol Kanci-Pejagan

13
ASTANAJAPURA – Saat melakukan audiensi pada Senin (27/2), sikap pengelola tol Kanci-Pejagan dianggap tidak jelas dalam menanggapi protes warga Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Ratusan warga akhirnya membubarkan diri dan mengancam akan kembali menggelar aksi. 
warga demo pengelola tol Kanci-Pejagan
Warga demo pengelola tol Kanci-Pejagan. Foto: Kim/Rakyat Cirebon 
Koordinator lapangan, Samsul Arif, menegaskan,  dalam audiensi itu  pihak tol  Pejagan-Kanci terlalu berbelit-belit dalam menanggapi protes warga terhadap dampak tol terhadap lingkungan. “Dalam audiensi tadi, pihak tol keterlaluan. Mereka tidak menganggap kami. Mereka  seakan-akan sengaja mengulur-ulur waktu dalam realisasi tuntutan kami,” kata dia.
Dikatakan Samsul Arif,  pihak tol  mencari alasan agar bisa membodohi warga dengan janji-janjinya. “Mereka sekali lagi berjanji dan terus berjanji. Dari dulu hingga sekarang. Tadi saja mereka cuma janji akan lakukan pembangunan saluran air. Dulu juga sama. Dengan ini, kami akan terus melakukan protes,” kata dia.
Samsul juga mengatakan, aksi yang dilakukannya bersama ratusan warga dari 3 desa adalah murni aspirasi masyarakat. “Tidak ada kepentingan peribadi. Awal November tahun lalu kami juga sudah ajak pihak tol SMR untuk terkait dengan tata kelola masyarakat. Tuntutan kami wajar dan sesuai aturan. Pihak SMR, punya tanggung jawab. Sesuai denga UU No 40 tahun 2007.  Jika tanggung jawab tidak dilakukan, maka perusahan harus ditutup,” kata dia.
Menanggapi hal itu, dari pihak tol,  Erwan yang bekerja di bidang pemeliharaan jalan tol, mengungkapkan, pihaknya,  beberapa waktu lalu sudah melakukan survei  terhadap dampak jalan tol terhadap lingkungan sekitar. 
“Sekarang, kita sudah terjunkan alat berat untuk dilakukan pembangunan saluran air seluas 100 meter dulu secara bertahap. Di titik tertentu yang kemiringannya berpotensi meneybabkan bencana. Dan  Maret nanti, akan dilakukan kembali. Kita tetap akan adakan penggalian dan pembangunan,” kata dia. (kim)
BAGIKAN