Warga Tolak Pengeboran Seismik Pertamina

33
Masih Trauma Tahun 2008, Rumah Retak tapi Tidak Ada Ganti Rugi

GEGESIK– Warga Kecamatan Gegesik khawatir rencana pengeboran dengan survei seismik yang dilakukan pertamina. Kekhawatiran itu disampaikan salahsatu tokoh masyarakat Desa Gegesik Kidul, H Janudi. Dikatan Janudi, kekhawatiran itu tidak terlepas dari trauma dari masyarakat atas pengeboran pencarian sumber minyak baru pada tahun 2008.

proyek seismik cirebon
Sosialisasi seismik. Foto: Casmudi/Rakyat Cirebon

Saat itu, lanjutnya, ada aktivitas pengeboran di Desa Gegesik Kidul oleh pertamina yang merusak tanaman padi serta rumah warga retak. “Kami takut kalau pengeboran kali ini bisa merusak lagi karena dulu pernah ada. Warga yang rumahnya retak dan lahan padinya rusak banyak yang tidak mendapat ganti rugi,” keluh Janudi kepada Rakyat Cirebon usai acara sosialisasi survei seismic di Balaidesa Gegesik Kidul, kemarin(16/10).

Dikatakan Janudi, wajar bila muncul rasa takut dari warga ketika ada pengeboran sumur seismik karena  dapat menimbulkan kerusakan dan tidak ada ganti rugi dari pihak pertamina. “Dulu saja banyak warga yang belum mendapatkan ganti rugi, sekarang mau ada pengeboran seismik lagi, sehingga wajar kalau warga khawatir,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Kuwu Gegesik Kidul Kaerudin, merasa kecewa dengan sikap dari pihak pertamina yang melakukan sosialisasi dengan tidak memberikan kompensasi atas kehadiran warga.
Dikatakan Khaerudin, hadirnya warga dalam sosialisasi pengeboran seismik sudah mengorbankan waktu  mereka dari pekerjaan rutinnya.

Hal yang sama dikeluhkan Cartiman, Pejabat Kuwu Desa Slendra. Menurut Cartiman, pihak pertamina kurang peduli dengan warga yang sudah jauh-jauh hari menghadiri sosialisasi.
“Tentunya kecewa. Mereka sudah meninggalkan rutinitas dan sudah jauh-jauh kesini, tetapi untuk transpot saja gak ada,” ungkapnya. (caz/mgg)

BAGIKAN