Yang Lalai Kabupaten, Kota Kena Baunya

TPS Bima Dikelola Pemkab, Dipolitisir Seolah Tanggungjawab Pemkot

352
Sampah Meluber
MELUBER. Sampah di TPS sebelah utara komplek Bima tampak meluber, kemarin sore. Kondisi itu selain mengganggu, visualisasinya juga dimanfaatkan untuk politisasi seolah menjadi tanggungjawab Pemkot Cirebon. Padahal kewenangannya di Pemkab Cirebon.

CIREBON – Kelalain Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam tata kelola sampah tidak hanya merugikan warga di wilayahnya, melainkan juga Kota Cirebon. Hal itu terjadi pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan utara komplek olahraga Bima.

Meski TPS tersebut di bawah pengelolaan Pemkab Cirebon, namun lantaran sampah meluap karena diduga tidak terangkut selama beberapa hari, warga Kota Cirebon kena baunya. Tidak hanya itu, visualisasi melubernya sampah di TPS Bima juga dimanfaatkan untuk kepentingan politisasi melalui sebuah video pendek yang beberapa hari terakhir ramai diunggah beberapa politisi, tim sukses salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota dan beberapa pihak lain, seolah itu tanggungjawab pemkot.

“Memang sangat mengganggu baunya. Sampahnya menumpuk, seperti tidak diangkut sejak lama,” ungkap Ginanjar, seorang pemuda yang tengah jogging di kawasan Bima, kemarin sore.

Dia menyayangkan, TPS yang di bawah pengelolaan Pemkab Cirebon justru seolah tidak terurus. Seringkali sampah di sana meluber, bukan saat ini saja. Tapi dampaknya, warga kota pun turut merasakan. “Yang lalai siapa, yang kena baunya wilayah kota,” kata dia.

Senada disampaikan Firdaus. Warga Kesambi itu juga menyayangkan lalainya pengelolaan sampah di TPS Bima sebelah utara. Karena lokasinya di sekat area Bima yang notabene jadi salahsatu tempat berkumpul warga, keberadaan TPS tersebut dirasa mengganggu. “Harusnya dipindahkan, jangan di sana. Apalagi kabupaten itu masih luas,” kata dia.

Sementara itu, belum lama ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, Drs H Abdullah Syukur MSi mengatakan, TPS di sebelah utara komplek Bima merupakan kewenangan Pemkab Cirebon, lantaran untuk menampung sampah dari kawasan Kedawung yang berbatasan dengan kota.

“Kalau TPS sebelah selatan atau dekat gedung baru Unswagati itu memang punya kita. Tapi kalau yang sebelah utara itu punya Pemkab Cirebon. Kalau kita mengangkut sampahnya juga tidak bisa, karena bukan kewenangannya,” kata Syukur, di ruang kerjanya. (jri)