Yuliarso Anggap PDIP Keliru

8
Yakini Azis Masih Punya Kekuatan Penuh untuk Bertarung di Pemilihan Walikota 2018

KEJAKSAN– PDI Perjuangan meyakini Drs Nasrudin Azis SH tak akan memiliki kekuatan menonjol bila mencalonkan menjadi walikota di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018 mendatang. Pernyataan itu membuat kader mercy terusik.Keyakinan sebaliknya disampaikan kader Partai Demokrat. Azis yang kini sedang berkuasa menjadi walikota dan juga ketua DPC Partai Demokrat, diyakini memiliki kekuatan besar di Pilwalkot 2018 mendatang.

partai demokrat kota cirebon yuliarso
Yuliarso. Doc. Rakyat Cirebon


Paling tidak, Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Kesambi, HP Yuliarso BAE berani menjamin, bahwa Azis siap menghadapi Pilwalkot 2018 nanti dengan full power. “Pak Azis akan semakin kuat di 2018 mendatang,” ungkap Yuliarso kepada Rakyat Cirebon, kemarin.Politisi yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Cirebon itu menilai, keyakinan kader PDIP bahwa Azis tak memiliki kekuatan signifikan adalah keliru.


“Kalau punya keyakinan begitu, silahkan saja. Tapi itu kekeliruan terbesar di dunia politik, ketika menganggap incumbent tak bisa bicara banyak untuk kembali mencalonkan,” kata Yuliarso.
Bagaimana dengan catatan kinerja Azis yang dinilai masih minim prestasi? Yuliarso menyatakan, hal itu sebatas asumsi. Menurutnya, Azis telah memberikan banyak kontribusi positif bagi masyarakat Kota Cirebon.


“Sejak beliau menjadi wakil walikota sampai sekarang jadi walikota, banyak sekali capaian kerja positif untuk masyarakat. Lagipula masih banyak waktu bagi Pak Azis untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.Politisi yang digadang-gadang jadi kandidat kuat pengganti Azis menjadi ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon itu yakin, masyarakat masih akan mempercayai Azis melanjutkan kepemimpinannya di Pilwalkot 2018 mendatang.


“Saat pembangunan dan program-program kemasyarakatan berjalan dengan baik, masyarakat akan menilai. Dan untuk melanjutkan? Itu Pak Azis punya kans besar,” kata dia.Saat ditanya terkait kemungkinan berkoalisi, Yuliarso mengatakan, bila melihat jumlah kursi Partai Demokrat di dewan, maka mau tidak mau, harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung cawalkot dan wakilnya.”Kalau koalisi, itu hampir pasti dilakukan. Tapi dengan partai mana, itu nanti akan terjawab pada waktunya,” kata anggota Komisi B DPRD itu.

Sebelumnya, PDI Perjuangan meyakini, Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH akan sulit bersaing dengan cawalkot lainnya, terutama dari PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih itu rupanya mulai menebar psywar. Mereka menilai, banyak catatan minor tentang kinerja Azis saat ini.
Seperti dikemukakan Ketua PAC PDIP Lemahwungkuk, Sugiyono, saat ditemui di kawasan Kejaksan, kemarin sore. Menurutnya, Pilwalkot 2018 mendatang akan lebih terbuka dalam hal adu kekuatan politik antar cawalkot.

“Seperti yang disampaikan Pak Subardi, persaingan di Pilwalkot 2018 nanti akan lebih terbuka. Semua cawalkot akan memiliki kekuatan yang sama, tidak terkecuali incumbent,” ungkap Sugiyono.
Ia menilai, baik dari sisi kepemimpinan di pemerintahan maupun di partainya, Azis tak begitu maksimal. Hal itu diyakini akan menjadi penilaian publik terhadap Azis bila nanti kembali mencalonkan menjadi walikota di Pilwalkot 2018.


“Di pemerintahan, banyak catatan atas kinerjanya. Beberapa persoalan terjadi, salahsatunya polemik penyerapan anggaran. Di partai, dia (Azis, red) tidak mampu mengomunikasikan dengan partai pengusung terkait pengisian kursi wakil walikota,” katanya. (jri)

BAGIKAN